Komunitas Hitam Putih

komunitas yang terbentuk dalam ketiadaannya

Renungan…

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Mei 16, 2008

Sebuah tulisan yg sangat menyentuh sanubari, dari majalah Tarbawi, edisi 177. Seperti ini tulisannya :

Taubat kita diterima hanya karena kasih sayang Allah

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ketika seorang hamba yang berlumuran dosa menengadahkan tangannya ke langit sambil berkata, “Wahai Tuhanku.” Maka malaikat buru-buru menghalangi suara orang itu agar tidak sampai ke langit. Begitu si hamba mengulanginya, “Wahai Tuhanku,” malaikat tetap menutupi suara itu. Sampai pada panggilan ke empat, Allah berfirman, “Sampai kapan kalian menghalangi suara hamba-Ku untuk sampai pada-Ku? Aku penuhi panggilanmu wahai, hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai, hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai, hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai, hamba-Ku.”

Allah kemudian berfirman, “Wahai anak Adam, Aku telah menciptakanmu dengan tangan-Ku. Aku bimbing engkau dengan nikmat-Ku, tetapi engkau menyalahi Aku dan bermaksiat kepada-Ku. Jika engkau kembali pada-Ku maka Aku terima taubatmu. Dimanakah engkau bisa mendapatkan Tuhan seperti Aku? Akulah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah juga berfirman,”Wahai hamba-Ku, Aku telah mengeluarkan kalian dari tidak ada menjadi ada, Aku juga menciptakan untukmu pendengaran, penglihatan dan fikiran. Wahai hamba-Ku, Aku tutupi aibmu tetapi engkau tidak sedikitpun merasa takut kepada_ku. Aku senatiasa mengingatmu, tetapi engkau melupakan-Ku. Aku malu kepada mu, tetapi engkau tidak pernah merasa malu kepada-Ku. Siapakah yang lebih besar kasih sayangnya dari Aku? Siapakah yang pernah datang mengetuk pintu-Ku lalu Aku tidak membukanya untuknya? Siapakah yang meminta kapada-Ku yang tidak Ku beri? Apakah Aku ini Dzat Yang Bakhil sampai hamba-Ku begitu bakhilnya kepada-Ku?

Kepada Daud as, Allah berfirman,” Andaikan orang – orang yang berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, niscaya mereka akan meleleh karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikian lah cinta-Ku kepada orang – orang yang berpaling, maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yang datang kepada-Ku?”

Dari tulisan ini, timbul sebuah kesadaran, bahwa sesungguhnya kita merindukan Dia Yang Maha Pengasih Dan Penyayang, yang rahmatNya tak terbatas. Dia merindukan jiwa-jiwa untuk pulang kepadaNya.

Kehidupan dunia begitu menyilaukan, membuat kesadaran akan adanya Sang Maha Pengatur dan tempat kita akan kembali tersisihkan, namun karena cinta-Nya yang tak terkira, kita masih diberiNya udara untuk hidup, masih diberi rezeki, dan jutaan nikmat yang tak terbatas. Begitu besar cinta-Mu.

Engkau tunjukkan jalan pulang, padahal terkadang Engkau terabaikan, Engkau terangi ruang hati yang gelap, walaupun terkadang Engkau tersisihkan. Astagfirullahal adzim….

Itu tak kan terulang lagi,,

I love You God…

Love You more then everything,,

Bait – bait ini,,untuk Mu, from the deepest of my heart….

With my body……….

Mind……….

And Soul……….

Disetiap langkah ku , ku kan slalu memikirkan diriMu..

Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cinta-Mu..

Janganlah Kau tinggalkan diri ku..

Takkan mampu kuhadapi semua..

Hanya bersamaMu ku akan bisa..

Kau adalah darahku..

Kau adalah jantung ku..

Seribu mimpi berjuta sepi hadir bagai teman sejatii

Diantara lelahnya jiwa dalam resah dan air mata

Kupersembahkan kepada-Mu ..

Yang terindah dalam hidupku..

Meski ku rapuh dalam langkah..

Kadang tak setia kepada-Mu

Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu..

Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMu

Dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta..

Ku rindukan sinar suci Mu yang mulia..

Dan kuharapkan belai kasih Mu..

Agar musnah semua keangkuhan diriku..

Dan  kulepaskan dari sifatku..

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>