Komunitas Hitam Putih

komunitas yang terbentuk dalam ketiadaannya

Arsip untuk ‘ghazwulfikr’ Kategori

AKKBB Tidak Mau Masuk Surga

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Juli 12, 2008

Oleh Ihsan Tandjung

Rupanya insiden Monas 1 Juni 2008 kemarin bukan sekedar bentrokan antara entitas Front Pembela Islam (FPI) melawan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Bahkan secara kasat mata sebenarnya memang bukan FPI yang hadir di lokasi, melainkan Laskar Islam yang terdiri atas aneka elemen Ummat Islam, termasuk di dalamnya ada FPI. Media massa-lah (terutama yang berideologi sekularis-liberalis) yang mengecilkan kelompok Laskar Islam menjadi sekedar FPI. Seolah elemen ummat Islam yang hadir saat itu di Monas hanya satu elemen yang dikesankan tidak berarti, yaitu FPI. Baiklah, bagi kita tidak masalah apakah yang hadir hanya FPI atau memang himpunan aneka elemen Ummat Islam, yang penting mereka mewakili ummat Islam. Mereka adalah kumpulan manusia yang tidak ragu sedikitpun menunjukkan identitas ke-Islam-an diri.

اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Saksikanlah, bahwa kami adalah kaum muslimin (orang-orang yang berserah diri kepada Allah).”(QS Ali Imran ayat 64)

Sedangkan kumpulan manusia yang berhimpun di bawah bendera AKKBB tidak memiliki suatu identitas yang jelas dan terang. Yang pasti di lapangan saat itu mereka tiba-tiba menggelar spanduk profokatif di antaranya berbunyi: TOLAK SKB AHMADIYAH. Suatu hal yang sangat nyata akan mudah sekali menyulut emosi muslim manapun yang sadar dan peduli dengan masalah pemeliharaan aqidah ummat Islam. Sudah jelas bahwa ummat Islam memang sedang menanti-nanti (dengan menahan kegeraman dan kemarahan) terbitnya SKB pemerintah soal Ahmadiyah yang sampai saat itu tidak kunjung muncul. Jadi jangankan kawan-kawan FPI, sedangkan muslim mananpun akan mudah tersulut amarahnya bila ada sekelompok orang yang justru melontarkan profokasi mendukung Ahmadiyah padahal selama ini orang-orang Ahmadiyah telah melakukan penodaan terhadap kemurnian ajaran Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Tapi sudahlah, kita tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi pada hari itu. Namun yang menarik setelah dikaji dan diteliti rupanya AKKBB ini menaungi banyak LSM yang pada umumnya memiliki satu kesamaan, yakni: (1) Pada umumnya menyuarakan hal-hal yang bersifat pemikiran liberalis dan sekularis. Yakni pemikiran-pemikiran yang sangat didukung fihak penguasa dunia modern Barat yang sangat khawatir dengan bangkitnya kesadaran Islam Kaaffah di negeri-negeri kaum muslimin mayoritas. Lalu (2) sebagian besar perjalanan LSM-LSM tersebut didanai oleh fihak asing terutama Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Sehingga mereka sering dijuluki sebagai organisasi proyek. Artinya organisasi yang baru bergerak bila ada proyek yang tersedia pendanaannya. Bilamana tidak ada dana maka ia nganggur alias berhenti beraktifitas.

Dengan kata lain bisa kita simpulkan bahwa AKKBB merupakan payung dari berbagai organisasi yang berperan sebagai komprador alias antek bagi kepentingan Barat liberal-sekuler (baca: anti Islam). Dan jika demikian keadaannya menjadi jelaslah bagi kita -dan siapapun yang masih berakal sehat dan berhatinurani- mengapa mereka begitu getol membela keberadaan Ahmadiyah di negeri ini. Sebab Ahmadiyah sendiri merupakan organisasi bentukan negara kerajaan Inggris pada masa penjajahan Inggris di anak benua India. Ia dibentuk oleh Inggris sebagai upaya devide et empera antar sesama orang yang mengaku muslim di India. Lalu diorbitkanlah seorang Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang pemimpin ummat Islam bahkan sebagai nabi baru dengan ajaran baru sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Hal ini sangat selaras dengan pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Ruh-ruh manusia tersusun laksana prajurit yang berbaris. Mana yang saling kenal (cocok/sesuai/se-ideologi) akan saling berpadu. Dan mana yang saling mengingkari akan berselisih/berpisah.” (HR Al-Bukhary 11/117)

Dalam interaksi sosial setiap orang akan cenderung berhimpun dengan orang yang dirasa sejenis dengan dirinya, terutama dalam hal ideologi. Orang mu’min cenderung bersahabat dengan sesama mu’min. Orang sekularis-liberalis cenderung hanya mau bersahabat dengan sesama sekularis-liberalis. Ini merupakan kaedah dasar pergaulan di masyarakat. Itulah sebabnya sangat penting bagi siapapun untuk menentukan siapa sahabatnya.

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

“Seseorang akan mengikuti agama/keyakinan sahabat karibnya. Maka hendaklah setiap orang memperhatikan siapa yang menjadi sahabatnya.” (HR Ahmad 17/107)

Jika seseorang ingin tahu siapa sebenarnya dirinya, maka ia tinggal lihat siapa yang selama ini menjadi sahabatnya. Bila sahabat-sahabatnya adalah orang yang disiplin dan rajin sholat lima waktu berjamaah di masjid, jujur, berjiwa sosial, berakhlak mulia, santun, maka kurang lebih begitu pulalah gambaran dirinya. Sebaliknya, bila sahabat-sahabatnya adalah ahli maksiat, koruptor, pembohong, suka menyakiti dan menzalimi orang, malas beribadah, maka begitulah kurang lebih gambaran dirinya. Demikian pula Allah subhaanahu wa ta’aala gambarkan tentang orang-orang yang berakrab bahkan berkonsultasi dan memohon pertolongan dan bantuan kepada kalangan ahli Kitab, yahudi dan nasrani.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maaidah ayat 51)

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala bahkan menyamakan orang yang mengaku beriman sebagai identik dengan ahli Kitab bilamana mereka suka menjadikan kalangan yahudi dan nasrani sebagai wali (pemimpin, pelindung dan penolong). Kelompok AKKBB sangat suka kepada Barat yang didominasi oleh ahli Kitab. Berarti mereka telah mendurhakai Allah subhaanahu wa ta’aala dan RasulNya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Kalau kita ingat kembali hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam di bawah ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau).” Para sahabat bertanya: ”Siapa orang yang tidak mau itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Siapa yang taat kepadaku ia masuk surga, dan siapa yang durhaka kepadaku, berarti ia sungguh tidak mau.” (HR Bukhary 22/248)

Kesimpulannya hanya satu: Semua organisasi di bawah payung AKKBB tidak mau masuk surga Allah subhaanahu wa ta’aala di akhirat kelak…!

source: www.eramuslim.com

Ditulis dalam ghazwulfikr | Bertanda: | Leave a Comment »

Tinggi, Subsidi Minyak Indonesia pada Rakyatnya

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Juli 5, 2008

Republika – Jumat, 04 Juli 2008  22:25:00
Laporan: H. Ahmad Baraas

Denpasar-RoL–Indonesia merupakan salah satu negara yang paling tinggi memberikan subsidi minyak kepada rakyatnya, menyusul negara-negara yang ada di Timur Tengah. Hal itu dikemukakan Ketua Umum Golkar yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Denpasar, Jumat (4/7), dalam acara Temu Kader Partai Golkar.

“Untuk di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara pemberi subsidi tertinggi minyak bagi rakyatnya dan belum ada negara lain yang menyaingi Indonesia,” ujar Wapres.

Dalam acara yang dihadiri salah seorang Dewan Pembina Golkar, Surya Paloh, Kalla mengatakan, di Asia lanjutnya, Indonesia belum bisa mengalahkan Negara-negara di Timur Tengah, akrena negara-negara tersebut merupakan negara penghasil minyak terbesar dunia. Dikatakannya, kemampuan Indonesia memberikan subsidi yang besar menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang kuat dan besar bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia. Indonesia memiliki potensi untuk bisa mensejahterakan rakyatnya sebagai sebuah negara yang besar dengan populasi penduduk yang tinggi.

Salah satu potensi itu lanjut Kalla, ditunjukkan oleh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Bahkan dalam dalam kurun 20 tahun terakhir Indonsia telah menunjukkan kemampuannya itu dan pada 2008 stok beras Indonesia masih aman dan berkecukupan, sementara beberapa negara tetangga di Asean malah mengimpor beras dari Indonesia.

Sementara katanya, hal yang sama juga terjadi dengan beberapa sumber pangan lainnya. Artinya lanjut Wapres, Indonesia sebenarnya telah siap dengan segala potensinya untuk menghadapi isu global kenaikan harga bahan pangan dunia. Kenaikan harga pangan jelasnya, diakui sulit diprediksi, tetapi Indonesia akan aman dalam hal kuantitas atau jumlah.

Menurut Wapres, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah menjaga stabilitas politik dalam negeri. Indonesia jelasnya, harus memiliki kepercayaan diri bahwa negeri ini adalah sebuah negara yang mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi dalam negeri. Dia berharap, agar persoalan ekonomi yang melanda Indonesia akhir-akhir ini hendaknya tidak dibawa ke ranah politik agar tidak memperkeruh suasana.

“Stabilitas politik sangat menentukan kondisi perekonomian dalam negeri. Kondisi politik yang stabil akan berdampak pada stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” katanya.pur

Komentar KHP:

Bukankah air, bumi, dan SEGALA kekayaan alam yang berasal dari dalamnya adalah milik rakyat (ummat). Negara hanyalah PENGELOLA, bukan begitu ? ? Andaikan negara TERPAKSA harus memungut uang dari rakyat, maka haruslah SEMURAH-MURAHNYA. Lantas logika macam apakah yang dijalankan pemerintah ? ? Andaikan rakyat adalah pemilik, mengapa menjadi pemilik adalah suatu hal yang menyiksa ? ? Pemilik koq harus beli barang yang dipunyainya ? ? Andaikan pemerintah adalah pengelola, mengapa ada pengelola yang begitu KURANG AJAR dan NGGAK TAHU DIRI seperti pemerintah, yang berani-beraninya MENIPU pemilik barang ? ? Tapi semua itu hanya andaikan… Faktanya ?  PEMERINTAH ADALAH PENJUAL DAN RAKYAT ADALAH PEMBELI. Ngga ada yang gratis, ada uang ada barang. Itulah wajah asli kapitalisme yang berbalut topeng manis bernama DEMOKRASI.

Ditulis dalam ekonomi syariah, ghazwulfikr | Bertanda: | Leave a Comment »

Pertarungan Islam vs Sekularisme Sekuler

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Juni 22, 2008

Insiden Monas sesungguhnya adalah percikan dari benturan antara arus sekuler dan Islam. Isu Ahmadiyah hanyalah case (kasus) yang mendorong kelompok sekular liberal untuk bergerak memberikan reaksi. Sebelumnya sudah ada beberapa kejadian terkait hal ini.

Pertama: pertentangan dalam isu Rancangan Undang-Undang Pornografi Pornoaksi (RUU APP). Ketika umat Islam mendukung disahkannya RUU APP menjadi undang-undang, kaum liberal justru menentangnya. Hingga kini tidak jelas bagaimana nasib RUU APP tersebut.

Kedua: terkait liberalisasi dalam ekonomi. Pada tahun 2005 beberapa tokoh utama AKKBB masuk dalam daftar nama-nama yang mendukung kenaikan bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 100 persen itu. Di tengah rakyat bersama organisasi-organisasi Islam menentang kenaikan BBM dan liberalisasi Minyak dan gas, mereka justru mendukungnya.

Ketiga: ketika MUI dalam Musyawarah Nasional-nya mengharamkan sekularisme, pluralisme dan liberalisme, ormas-ormas Islam mendukung fatwa tersebut. Sebaliknya, kaum sekular menentangnya.

Keempat: Pada saat mayoritas umat Islam menuntut pembubaran Ahmadiyah karena menyimpang dari Islam, kaum sekular, dengan menggerakkan AKKBB, justru mendukung keberadaannya. Sekalipun telah jelas bahwa masalah Ahmadiyah adalah masalah penodaan dan penistaan agama Islam, tetap saja isu yang diusung adalah kebebasan beragama.

Setelah terjadinya Insiden Monas, dengan memanfaatkan media massa cetak dan elektronik, mereka melakukan penyesatan opini bahwa telah terjadi penyerangan terhadap massa AKKBB oleh massa FPI dan telah timbul korban di antaranya anak-anak, perempuan, orang cacat dan kyai. Padahal faktanya tidak terjadi sama sekali penyerangan terhadap anak-anak, perempuan dan orang cacat itu.

Bahkan isu beralih seakan menjadi pertentangan antara FPI dengan kaum Nahdliyin (NU). Untungnya, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi segera menyatakan bahwa NU tidak terlibat dalam Insiden Monas itu sehingga pertentangan tidak berlanjut.

Anehnya, Insiden Monas telah mengundang reaksi internasional. PBB sampai harus mengirim surat khusus untuk mempertanyakan insiden tersebut. Kedutaan AS juga memberikan reaksi khusus dengan mengunjungi korban dan membuat konferensi pers khusus. Hal semacam ini tampaknya memang dikehendaki oleh kelompok liberal. Bahkan boleh jadi, sebagaimana disinyalir beberapa kalangan, Insiden Monas memang direkayasa pihak asing dengan memanfaat kelompok tersebut.

Jadi, apa yang tengah terjadi adalah pertarungan antara Islam dengan sekularisme. Waspadai Arus Sekularisasi dan Liberalisasi! Terbitnya SKB sendiri terkesan merupakan ‘kompromi’ akibat pertarungan kaum sekular-liberal dengan umat Islam.

Di satu sisi, umat Islam dengan serangkaian demontrasinya begitu lantang menyerukan pembubaran Ahmadiyah. Di sisi lain, kaum sekular-liberal¡½dengan dukungan media sekular dan asing¡½terus-menerus memprovokasi umat Islam dan menekan Pemerintah untuk tidak membubarkan Ahmadiyah.

Kerasnya kelompok sekular-liberal dan semakin beraninya mereka menyuarakan liberalisasinya di Indonesia seharusnya semakin menyadarkan umat Islam betapa semakin lama mereka bisa semakin kuat jika dibiarkan. Pasalnya, mereka didukung penuh Barat. Bahkan mereka sesungguhnya hanyalah alat Barat. Sebabnya, setelah Perang Dingin berakhir, Barat memiliki pandangan dan kebijakan khusus terhadap Islam. Islam dipandang musuh Barat berikutnya setelah runtuhnya Komunisme.

Karena itulah, berbagai upaya dilakukan Barat untuk ‘menjinakkan’ dan melemahkan Islam. Salah satu adalah dengan melakukan liberalisasi Islam besar-besaran di Indonesia dan Dunia Islam lainnya. David E. Kaplan menulis, AS telah menggelontorkan dana puluhan juta dolar dalam rangka kampanye untuk mengubah masyarakat Muslim sekaligus mengubah Islam itu sendiri.

Menurut Kaplan, Gedung Putih telah menyetujui strategi rahasia, yang untuk pertama kalinya AS memiliki kepentingan nasional untuk mempengaruhi apa yang terjadi di dalam Islam. Sekurangnya di 24 negara Muslim, AS secara diam-diam telah mendanai radio Islam, acara-acara TV, kursus-kursus di sekolah Islam, pusat-pusat kajian, workshop politik, dan program-program lain yang mempromosikan Islam moderat (versi AS). (Terjemahan dari David E. Kaplan, Hearts, Minds, and Dollars, www.usnews.com, 4-25-2005).

Sejumlah LSM juga dijadikan alat Barat untuk menikam Islam dan kaum Muslim. Salah satu lembaga asing yang sangat aktif dalam menyebarkan paham liberalisme dan pluralisme agama di Indonesia adalah The Asia Foundation (TAF). The Asia Foundation saat ini mendukung sekaligus mendanani lebih dari 30 LSM yang mempromosikan nilai-nilai Islam ‘liberal’, di antaranya:

1. Yayasan Desantara,

2. Fahmina Institute,

3. International Center for Islam Pluralism (ICIP),

4. Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP),

5. Institut Arus Informasi (ISAI),

6. Jaringan Islam Liberal (JIL),

7. Paramadina,

8. Pusat Studi Wanita-UIN,

9. Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS), dan

10. Wahid Institute. (Husaini, 2007)

Lebih dari itu, kebijakan untuk mengubah kurikulum dan pemikiran Islam juga pernah diungkapkan oleh Menhan AS, Donald Rumsfeld. “AS perlu menciptakan lembaga donor untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang radikal menjadi moderat (Republika, 3/12/2005).

Umat Harus Bersatu

Menghadapi menguatnya arus liberalisasi di Indonesia akhir-akhir ini, yang puncaknya adalah pembelaan mati-matian kelompok sekular-liberal terhadap Ahmadiyah hingga kemudian memicu Insiden Monas, dalam sebuah wawancaranya, Juru Bicara Hizbut Tahrir.

Indonesia Ustadz Ismail Yusanto mengingatkan adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha memecah-belah umat Islam dengan memanfaatkan Insiden Monas ini. “Nah, umat Islam, ormas Islam dan tokoh-tokohnya harus bersatu-padu, dan tidak boleh bercerai-berai, ” ujar Ustadz Ismail. (Hizbut-tahrir.or.id, 9/6/2008).

Persatuan umat Islam, selain jelas diperlukan, juga diwajibkan oleh syariah. Allah SWT berfirman: “Berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai” (QS Ali Imran: 103).

Umat Islam tidak hanya dituntut bersatu memegang teguh agama Allah, tetapi juga bersatu dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan kaum Muslim. Mereka adalah orang-orang kafir yang saat ini gencar melakukan liberalisasi di tengah-tengah kaum Muslim di segala bidang: agama, ekonomi, politik, pendidikan, sosial, kebudayaan dll. Karena itu, umat Islam harus selalu waspada, karena Allah SWT telah memperingatkan: “Kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti agama/jalan hidup mereka” (QS al-Baqarah: 120).

http://www.eramuslim.com

Ditulis dalam ghazwulfikr | Bertanda: | Leave a Comment »

Membedah Jantung AKKBB (Tabloid Suara Islam Edisi 46)

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Juni 22, 2008

Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyebut Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) adalah biang insiden Monas. Mereka inilah yang memancing situasi panas sehingga memunculkan konflik itu. Mereka tak mempedulikan peringatan polisi agar tidak menuju Monas, karena toh mereka tidak memiliki izin ke sana. Namun begitu insiden itu terjadi, mereka berteriak lantang bahwa Front Pembela Islam yang salah.

Siapa sih AKKBB itu? Aliansi ini adalah kelompok makar orang-orang kafir dan liberal terhadap Islam. Mereka menghalalkan segala cara. Menipu pun boleh asalkan sesuai kepentingan. Lihat saja ketika ditemukan foto Munarman sedang mencekik orang, orang itu langsung diakui sebagai anggotanya. Foto yang bisa membunuh karakter Munarman itu pun disebar tanpa dicek terlebih dahulu. Media massa pendukung AKKBB seperti Koran Tempo, Jawa Pos, dan beberapa televisi yang selama ini tak suka kepada Islam (SCTV, Metro TV) langsung menayangkan gambar itu. Seolah media massa itu tak tahu lagi kode etik jurnalistik. Nyatanya, berita itu salah.

Media ada yang meralat, tapi kecil. Jantung aliansi ini adalah kalangan liberal yang berkolaborasi dengan Ahmadiyah, Kristen, Hindu, penganut kepercayaan. Mereka selama ini dikenal dekat dengan Amerika Serikat. Sepak terjangnya bisa dilihat dari jargon-jargon yang dibawanya yakni HAM, demokrasi, gender, antikekerasan, pluralisme, sekulerisme, dan liberalisme.

AKKBB beroperasi untuk menghadang munculnya Islam ke dalam kancah kehidupan. Mereka inilah yang punya andil dalam menentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP). Mereka jualah yang menentang habis berlakunya Perda bernuansa Syariah di beberapa daerah, meskipun Perda tersebut adalah keinginan mayoritas masyarakat.

Orang-orang AKKBB inilah yang punya andil besar mengacak-acak sistem perundang-undangan Indonesia dan mengubahnya sesuai dengan keinginan Barat (baca: AS) dan perusahaan multinasional. Mereka kebanyakan adalah lulusan Amerika, sebagian Eropa, serta orang yang selama ini menggantungkan hidupnya pada bantuan asing. LSM dan ormas tersebut dikenal mempunyai program-program yang didanai oleh USAID, Asia Foundation, Ford Foundation, AusAID, dan TIFA. Seperti ungkapan orang bule: ”Tidak ada makan siang gratis”, mereka menerima dana dari luar negeri tentu dengan pamrih tertentu.

Sebagian orang-orang AKKBB ada yang dulu mendukung kemerdekaan Timor Timur. Saat itu mereka bergabung dengan Solidamor. Bagi mereka hak menentukan nasib sendiri dijunjung-junjung. Tapi anehnya ketika umat Islam ingin agar syariat Islam diterapkan, mereka dengan sekuat tenaga menghalanginya. Inilah yang sebenarnya bisa membuka kedok mereka bahwa apa yang mereka lakukan, tujuannya hanya satu yakni menghalangi umat Islam melaksanakan syariatnya.

Di balik aksi AKKBB ini akhirnya terlihat ada kepentingan asing. Indonesia dalam kondisi terjajah dengan model baru. Para penjajah tidak datang langsung tapi menggunakan antek-anteknya di negeri ini. Penjajahan itu berlangsung secara sistematis. Korbannya adalah masyarakat yang notabene adalah umat Islam. Oleh karena itu, AKKBB adalah pihak yang punya andil merusak negeri ini. Haruskah dibiarkan mereka menyebarkan virus-virus kesyirikan dan kemunafikan di negeri yang mayoritas Muslim ini?

http://www.suara-islam.com/

Ditulis dalam ghazwulfikr | Bertanda: | Leave a Comment »

Demokrasi Bukan Sampah!!!

Ditulis oleh komunitashitamputih di/pada Mei 29, 2008

Siapa bilang demokrasi itu sampah. Silahkan acungkan jempol kakinya yang setuju jika demokrasi itu sampah. Dengan tegas gue berani membantah bahwa demokrasi bukan sampah. Titik.

Eits, jangan protes en motong duluan. Gue berkata begitu bukan karena gue penganut liberalisme atawa kapitalis yang berakar dari asas sekularisme. Sebaliknya gue amat sangat-sangat membencinya. Semuanya adalah bulshit.

Trus, kenapa gue ngga setuju jika dikatakan demokrasi adalah sampah?

Begini, setelah gue telaah dari terminalogi sampah, ternyata sampah bukanlah barang yang tidak berguna. Sampah memang merupakan barang yang dibuang. Namun, ternyata ngga habis disitu saja. Sampah masih bisa di daur ulang untuk dijadikan barang-barang yang berguna. Apakah itu termasuk sampah organik, anorganik, maupun sampah biotik. Semuanya masih dapat didaur ulang dan digunakan untuk kepentingan manusia lagi. Asalkan bukan sampah masyarakat.

Makanya jangan terkejut jika mengetahui barang-barang yang ada dirumah atau dikamar kamu dan yang kamu sering gunakan sehari-hari adalah barang hasil daur ulang dari sampah-sampah tadi. Kesimpulannya sampah merupakan barang yang berguna dan bermanfaat bagi manusia ketika sudah diproses dan dikreasikan.

Hal tersebut jelas sekali berbeda fakta dengan demokrasi. Demokrasi tidak bisa didaur ulang. Jika didaur ulang maka yang terjadi adalah proses tambal sulam dari demokrasi itu sendiri. Ketika ditemukan ada yang kurang cocok lagi, maka akan dirubah dengan yang diperkirakan lebih baik. Artinya kebenarannya tidak bersifat pasti dan kekal. Sangat berbeda jauh dengan sistem islam yang merupakan rahmatan lil alamin dan kebenarannya kekal abadi.

Demokrasi adalah produk yang memang bulshit dan akan selamanya bulshit. Pertanyaannya sekarang adalah kalimat apa yang pantas diberikan untuk demokrasi. Karena sampah pun juga masih tidak pantas diberikan atau disandingkan dengannya. Istilahnya kata sampah jauh lebih mulia dari demokrasi. Perlu sebuah kalimat baru yang lebih dari kata sampah. Nah, kalimat itulah yang gue belum dapet, lo udah dapet ngga? [faritz hadiid]

http://liberationyouth.blogdrive.com/

Ditulis dalam ghazwulfikr | Bertanda: | Leave a Comment »